Penguatan Pembinaan PKBR Melalui Monev PKBR di SMAN 1 Jebus

Menurut Data BPS Tahun 2022 angka pernikahan dini tertinggi se-Provinsi Bangka Belitung berada di Kabupaten Bangka Barat, sehingga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Bangka Barat terutama dari Dinas Pendidikan. Untuk itu, dalam rangka meningkatkan pengetahuan, sikap dan pemahamanan remaja tentang kesehatan reproduksi, tidak menikah di usia dini dan memahami pemenuhan gizi bagi remaja agar anak yang dilahirkan tidak beresiko stunting, maka Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Bidang Keluarga Sejahtera-Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Edukasi Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR) di SMA Negeri 1 Jebus pada hari Rabu, tanggal 2 November 2022.

Kegiatan dibukan dan dihadiri oleh Kepala SMAN 1 Jebus, Kusmiati beserta bidang kesiswaan dan Pembina Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK R) SMAN 1 Jebus, dengan peserta adalah pengelola PIK R, OPD KB, PKB/PLKB, Forum Genre Provinsi, Forum Genre Kabupaten. Kepala SMAN 1 Jebus menyambut dan mengapresiasi Tim Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam kunjungan Monev PKBR di SMAN 1 Jebus.

Dalam sambutannya Kusmiati menegaskan “Saya paling sering menyuruh anak-anak sekolah kami untuk tunda pernikahan dini, lanjutkan sekolah sampai kuliah. Ingat usia menikah yang ideal laki-laki 25 dan perempuan 21 jangan cuma tau saja tapi harus diterapkan”.

“PIK Langit Kompak SMA N 1 Jebus pernah meraih juara PIK R Tingkat Provinsi. Saat ini pun masih aktif dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan PIK R yaitu pemberian konseling dan pertemuan kelompok maupun kegiatan kreativitas anggota seperti pembuatan mading, usaha kelompok berjualan makanan dan minuman serta membuat lulur” ujar Kusmiati

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi PKBR ini di pandu oleh Sub Koordinator BKR, Mika Triana, guru pembimbing PIK R, Yuliana, dan PLKB Kecamatan Jebus, Kiki serta diikuti Pengurus dan Anggota PIK R Langit Kompak SMA N 1 Jebus. (bl)