LATIH KADER DAN TIM PENDAMPING KELUARGA, UPAYA BKKBN BABEL TEKAN ANGKA STUNTING DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Pangkalpinang, 27 April 2022

Terbentuknya Tim Pendamping Keluarga (TPK) oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama dengan Mitra Kementerian/Lembaga terkait guna mencapai target percepatan penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, menjadi tonggak dasar dilaksanakannya kegiatan “Pelatihan Tim Pendamping Keluarga Bagi Fasilitator” oleh Bidang Latbang Perwakilan BKKBN Babel bertempat di Cordela Hotel Pangkalpinang, pada hari Senin-Selasa tanggal 25-26 April 2022, untuk nantinya para TPK tersebut akan mendukung proses pendampingan keluarga beresiko Stunting di lini lapangan.

Peserta pelatihan teknis tersebut merupakan Tim Fasilitator Tingkat Kabupaten/Kota yang berjumlah 54  orang, terdiri dari 47 orang Koordinator PKB/PLKB dan 7 orang perwakilan dari OPD KB di tingkat Kabupaten/Kota. Sedangkan materi Pelatihan TPK tersebut diberikan oleh Bidan Wiwik, SKM dari IBI, Indra Trisnajaya, S.Si dari PKB Kabupaten Bangka dan Yulius Beny Prawoto, S.Psi selaku Sub Koor. Program dan Kerjasama BKKBN Babel yang mana telah mengikuti Training of Trainer Tim Pendamping Keluarga Pusat pada tanggal 21-25 Maret 2022 lalu.

Materi pelatihan yang diberikan yakni mempelajari mengenai Mekanisme Rujukan Pelayanan TPK, mempraktikkan Pemutakhiran Data Sasaran Keluarga Beresiko Stunting, mempraktikkan Aplikasi Elsimil bagi Calon Pengantin (Catin), mempraktikkan Pengisian Variabel Terpilih dalam Pemantauan Fase Hamil dan Pasca Persalinan, serta mempelajari Jejaring Kemitraan TPK.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan tim fasilitator dalam Orientasi TPK melalui penjelasan serta praktik materi selama 2 hari pelatihan berlangsung. Setelah digelarnya pelatihan ini, diharapkan peserta pelatihan tersebut memiliki kemampuan untuk dapat melaksanakan, mempraktikkan, menyampaikan serta menjelaskan pengetahuan dan keterampilan Tim Fasilitator Tingkat Kabupaten/Kota kepada Tim Fasilitator Tingkat Desa/Kelurahan melalui Pelatihan Teknis TPK agar nantinya angka prevalensi Stunting dapat menurun sebagaimana target capaian Program Bangga Kencana di Tahun 2022. (whyn)