PERTEMUAN REKONSILIASI GUNA KUATKAN KOMITMEN DAN PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM KONVERGENSI PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TAHUN 2022

Pangkalpinang, 19 April 2022

Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi pada balita yang berlangsung lama pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (sejak kehamilan hingga bayi berusia 2 tahun) yang menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak sehingga tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting di Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota yang bertugas untuk mengkoordinasi, menyinergi dan mengevaluasi penyelenggaraan Percepatan Penurunan Stunting secara efektif dan terintegrasi dengan melibatkan lintas sektor.

Sehubungan dengan itu, digelar kegiatan Pertemuan Rekonsiliasi Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2022 dengan dibuka oleh Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Drs. H. Abdul Fatah, M.Si. sekaligus pada sambutannya menyampaikan bahwa Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah terbentuk 100% di seluruh tingkatan baik Provinsi, Kabupaten/Kota hingga Kecamatan dan Desa/Kelurahan bahkan menjadi provinsi dengan capaian pembentukan TPPS tercepat di Indonesia setelah Provinsi Bali, bertempat di Novotel Bangka Hotel dan Convention Center, Kota Pangkalpinang, Selasa (19/04/2022).

Kegiatan rekonsiliasi tersebut bertemakan “Penguatan Komitmen dan Peran Pemerintah Daerah dalam Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung” yang bertujuan untuk meningkatkan komitmen pemerintah daerah dan mitra kerja dalam mendukung pelaksanaan percepatan penurunan stunting dan merumuskan rencana kerja/rencana aksi percepatan penurunan stunting di Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Sebelum acara dibuka oleh Wakil Gubernur Babel, dilakukan Pengukuhan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2022 yang terbentuk berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor: 188.44/51/BAPPEDA/2022 tanggal 7 Februari 2022 oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. H. Erzaldi Rosman Djohan, S.E., M.M.

Pada kegiatan ini, Sekretaris Utama BKKBN RI, Drs. Tavip Agus Rayanto, M.Si. berkesempatan hadir menjadi narasumber yang menyampaikan materi mengenai “Arah dan Strategi Percepatan Penurunan Stunting melalui RAN PASTI” yakni Kebijakan dan Implementasi RAN-PASTI serta Peran K/L & Pemerintah Daerah dalam Mempertajam Konvergensi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Percepatan Penurunan Stunting.

Selain beliau, terselenggaranya kegiatan tersebut dihadiri pula oleh beberapa narasumber yang turut memberikan materi penting mengenai Percepatan Penurunan Stunting, yakni materi mengenai “Fasilitasi Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting melalui TPPS dan Satgas Stunting” oleh Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN yang dalam hal ini diwakili oleh Koordinator Mekanisme Operasional pada Direktorat Bina Lini Lapangan, Ridwan Fadjri Nur, SE secara Virtual Meeting, kemudian materi mengenai “Pentingnya Audit Kasus Stunting dalam Sistem Penanganan Stunting” oleh Direktur Akses Pelayanan KB BKKBN dengan diwakili oleh Koordinator Bina Kompetensi Provider dan Hubungan Antar Provider dan Klien pada Direktorat Bina Kualitas Pelayanan KB BKKBN, dr. Ari Widiastuti secara tatap muka, materi mengenai “Pelaksanaan Audit Kasus Stunting dalam Dana BOKB DAK Subbidang KB di Kabupaten/Kota” oleh Direktur Bina Keluarga Balita Anak BKKBN dengan diwakili oleh Sub Koordinator Evaluasi dan Pelaporan Bina Keluarga Balita dan Anak pada Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak BKKBN, Asmy Elviana, S.Ps., M.Si, P.Si secara Virtual Meeting dan materi mengenai “Dukungan Program, Anggaran dan Data dalam Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung” oleh Kepala Bappeda Provinsi Babel, H. Fery Insani secara tatap muka.

Pelaksanaan kegiatan rekonsiliasi tersebut mengundang peserta yang dihadiri serta diikuti oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beserta Koordinator Bidang dan Sub Koordinator, Satgas Provinsi Babel, OPD KB Kabupaten/Kota, Tim TPPS Kabupaten/Kota, Dinas Sosial Provinsi, Dinas PUPR Provinsi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi, Dinas Kominfo Provinsi, Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, Kanwil Kemenag Provinsi, Bappeda Provinsi, BPS Provinsi, Direktur RSU Provinsi, Kepala BPOM Provinsi, TP PKK, Ketua Pergizi Pangan, Ketua IBI Provinsi Babel, DP3ACSKBA Provinsi, Rektor Universitas Bangka Belitung, Direktur Poltekes dan Ketua Stikes Abdi Nusa Pangkalpinang serta sejumlah pejabat penting dari instansi terkait lainnya.

Sebagai informasi, Kepala Perwakilan BKKBN Babel menyampaikan laporan yang memuat capaian pelaksanaan percepatan penurunan Stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yakni Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah 100% membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat provinsi yang di ketuai oleh Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang selanjutnya membentuk TPPS di 7 (tujuh) Kabupaten/Kota, 47 (empat puluh tujuh) TPPS Kecamatan dan 396 (tiga ratus sembilan puluh enam) TPPS desa/kelurahan. Maka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masuk dalam 2 (dua) besar Provinsi tercepat dalam pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia.

Dengan diadakannya kegiatan rekonsiliasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan hasil Pendataan Keluarga 2021 sebagai basis data pencapaian sasaran kinerja dan penurunan angka stunting sekaligus semakin menguatnya komitmen dan dukungan pemangku kebijakan (stakeholders) dan mitra kerja dalam pencapaian sasaran kinerja program Bangga Kencana Tahun 2022 dan percepatan penurunan stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (whyn)