Depan > Index Berita > Anak Pendek di Babar Hampir Enam Ribu, Kepala BKKBN Babel: Saya Rasa Gak Benar Ya
Anak Pendek di Babar Hampir Enam Ribu, Kepala BKKBN Babel: Saya Rasa Gak Benar Ya
Kamis, 22 Februari 2018

Stunting-.jpg


FGD yang digelar BKKBN Babel dan DP2KBP3A Babar di Graha Aparatur Pemkab Babar, Rabu (21/2/2018).
 
Muntok– Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Babel Etna Estelita menegaskan, dalam rangka penurunan angka stunting,
pihaknya akan melakukan intervensi melalui pola asuh.
 
Hal ini dikatakan Etna dalam FGD persiapan pengembangan media KIE penyiapan generasi emas sesuai kearifan lokal,
yang digelar BKKBN Babel dan DP2KBP3A Babar di Graha Aparatur Pemkab Babar, Rabu (21/2/2018).
 
“BKKBN akan intervensi melalui pengasuhan tumbuh kembang balita dan anak, kemudian juga pencegahan stunting melalui penyiapan kehidupan keluarga,
 ini masuk dalam program nasional ada seribu hari selama kehidupan,” ujar Etna.
 
Ia berharap, melalui sosialisasi dan pendekatan serta pembangunan keluarga, persoalan stunting dan lainnya bisa ditekan,
 karena keluarga sudah memiliki ketahanan untuk mengasuh dan mendidik anak yang dilahirkan, mulai dari masa kehamilan hingga usia anak dua tahun.
 
“Disini ada anomali, KB di Babar cukup bagus, tapi kenapa ditetapkan sebagai daerah stunting. Stunting itu anak yang lahir pendek, otaknya lambat berkembang,
kalau bayi lahir dengan panjang 47 cm atau kurang itu sudah ada tanda-tanda, makanya usia 0-2 tahun harus ada penguatan gizi,” bebernya.
 
“Saya rasa data 5.999 ini gak benar ya, masa sampai segitu, makanya saya mau lihat turun nanti apakah memang benar datanya demikian,” pungkasnya.